Rembuk Stunting Gampong Reuloh: Kolaborasi Bersama untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat

Gampong Reuloh menggelar kegiatan Rembuk Stunting sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di wilayah desa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kalangan ibu-ibu, perangkat gampong seperti Sekretaris Desa (Sekdes), Kepala Urusan (Kaur), kader posyandu, perwakilan dari kecamatan, pendamping desa, hingga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Syiah Kuala.

Acara ini dipusatkan di meunasah gampong dan dipresentasikan langsung oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM) Gampong Reuloh, Nuraiyan. Dalam pemaparannya, Nuraiyan menjelaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait dalam menanggulangi stunting, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.

Nuraiyan juga memaparkan data dan kondisi terkini terkait prevalensi stunting di Gampong Reuloh, termasuk tantangan yang masih dihadapi seperti kurangnya pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang, sanitasi yang belum optimal, serta masih rendahnya kunjungan ke posyandu. Oleh karena itu, melalui rembuk ini, diharapkan semua pihak dapat menyatukan visi dan mengambil peran aktif sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Diskusi berjalan dengan antusias. Ibu-ibu menyampaikan masukan tentang perlunya penyuluhan gizi secara rutin, sementara kader posyandu mengusulkan penguatan kegiatan penimbangan dan pemantauan tumbuh kembang anak. Perwakilan dari kecamatan dan pendamping desa turut memberi arahan teknis, serta dukungan terhadap program-program intervensi yang akan dirancang bersama.

Mahasiswa KKN Universitas Syiah Kuala yang turut hadir juga menunjukkan komitmennya dengan menawarkan pendampingan edukatif kepada masyarakat, khususnya dalam hal pengelolaan makanan sehat berbasis potensi lokal.

Melalui kegiatan rembuk stunting ini, Gampong Reuloh menunjukkan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat untuk menurunkan angka stunting secara berkelanjutan. Diharapkan, hasil dari rembuk ini akan dituangkan dalam rencana kerja desa dan menjadi pijakan penting untuk mewujudkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *